Aset atau pejet?

A. Okhi Irawan Wiryanatakusumah

A writer, photographer, social activism enthusiast, heavy metal addict. at AOKHI
Loves things called Ninita-and-Cicipanda. Animals lovers. Tahu Gejrot masters. Heavy hooligans of Bakso Malang Parto. A self-driven independent thinker whose tryin to redefine the gap beyond simplicity and hierarchy. Seekin what was the meaning of truth nor life worth livin! And lastly, definite absolute passionate kissers. Ha!

Latest posts by A. Okhi Irawan Wiryanatakusumah (see all)

Ilustrasi. Foto oleh Banten Today.

Sebagai korporasi tentunya beda dengan tengkulak. Karyawan adalah aset dimana perkembangannya wajib ditingkatkan untuk produktifitas perusahaan. Ini contoh sebuah perusahaan sehat. Nah, kalau kita bekerja dengan perusahaan-rentenir akan berbanding terbalik.

Tenaga-energi kita diperas dan disedot, digenjot produktif sementara hak dasar kewajban dan jaminan asuransi tak pernah diindahkan. Jangan kata ada kesempatan untuk presentasi program dan kelas yoga, cuti hamil yang notabene adalah kehendak Tuhan dan semesta saja kadang tak diindahkan. Menganggu produktifitas perusahaaan katanya. Coret. Rekrut SDM baru. Mentalitas perusahaan seperti ini hanya berlaku di jaman kolonial.

Coba bandingkan dengan yang satu INI.