Pearl Jam Stick Man

Pearl Jam photo by News Revolt TV.
Pada awalnya, visualisasi kadangkala hanya menjadi wilayah sekunder yang biasanya dikesampingkan para musisi skena musik lokal. Berbeda dengan era tersebut, kini,  pada perkembangan termutakhirnya, ranah elemen visual mendapat porsi yang signifikan dan perhatian serius. Geliat perkembangan positif tersebut dapat dibaca melalui diskusi dan bengkelkerja beserta panduan edukasi teknis secara langsung yang mulai menjalar di komunitas musik lokal tanah air.
 
Dari komunitas musik lokal pun akhirnya lahir seniman yang tumbuh kembang dengan posisi ganda sebagai seniman visual dan musisi sekaligus. Dengan peranan tersebut para pengapresiasi karya dapat menikmati tiga keuntungan sekaligus, pertama menikmati kualitas pesan auditif yang terekam, kedua dapat mendalami serta mempelajari makna syair yang biasanya ada dalam catatan sebuah rilisan album musisi tersebut, ketiga dalam menyerap sensasi goresan visual yang dihasilkan langsung dari satu sumber yang sama.
Stick Man logo at Chemical Intercourse

Martinus Miroto dedicated the wholeness virtue of dances

 

With strong Javanese cultural legacy, fluidly this master of dances explains his personal experiences about what’s dances mean to his life since the age of childhood until mastering the art of dances roots from origin traditions. Miroto talked about his self and his daily-cultural experiences with his beautiful softly motions gestures. This dances performed as his lectures class at Parahyangan Catholic University entitled ‘culture layers within dancers bodies : a personal experience”.