Pearl Jam Stick Man

A. Okhi Irawan Wiryanatakusumah

A writer, photographer, social activism enthusiast, heavy metal addict. at AOKHI
Loves things called Ninita-and-Cicipanda. Animals lovers. Tahu Gejrot masters. Heavy hooligans of Bakso Malang Parto. A self-driven independent thinker whose tryin to redefine the gap beyond simplicity and hierarchy. Seekin what was the meaning of truth nor life worth livin! And lastly, definite absolute passionate kissers. Ha!

Latest posts by A. Okhi Irawan Wiryanatakusumah (see all)

Pearl Jam photo by News Revolt TV.
Pada awalnya, visualisasi kadangkala hanya menjadi wilayah sekunder yang biasanya dikesampingkan para musisi skena musik lokal. Berbeda dengan era tersebut, kini,  pada perkembangan termutakhirnya, ranah elemen visual mendapat porsi yang signifikan dan perhatian serius. Geliat perkembangan positif tersebut dapat dibaca melalui diskusi dan bengkelkerja beserta panduan edukasi teknis secara langsung yang mulai menjalar di komunitas musik lokal tanah air.
 
Dari komunitas musik lokal pun akhirnya lahir seniman yang tumbuh kembang dengan posisi ganda sebagai seniman visual dan musisi sekaligus. Dengan peranan tersebut para pengapresiasi karya dapat menikmati tiga keuntungan sekaligus, pertama menikmati kualitas pesan auditif yang terekam, kedua dapat mendalami serta mempelajari makna syair yang biasanya ada dalam catatan sebuah rilisan album musisi tersebut, ketiga dalam menyerap sensasi goresan visual yang dihasilkan langsung dari satu sumber yang sama.
Stick Man logo at Chemical Intercourse